
Minyak Melonjak, Serangan Iran Akhiri Jeda Perang
Harga Minyak melonjak pada perdagangan Rabu (29/7) setelah serangan udara kembali terjadi di Timur Tengah. Brent ditutup naik 7,91% menjadi US$90,74 per barel, sedangkan WTI menguat 6,56% ke US$84,46 per barel.
Kenaikan dipicu serangan Amerika Serikat dan Arab Saudi terhadap kelompok yang didukung Iran di Irak. Serangan dilakukan setelah kelompok tersebut dituduh meluncurkan drone ke fasilitas Minyak Arab Saudi.
Ketegangan bertambah setelah Iran mengaku menyerang kapal di Selat Hormuz dan pangkalan militer AS di Yordania. Ledakan juga menghantam pelabuhan gas di Mesir, sementara sebuah kapal penyimpanan milik AS dilaporkan terkena serangan drone.
Presiden AS Donald Trump kemudian menjanjikan serangan lanjutan terhadap Iran. Washington juga menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah entitas dan kapal tanker yang dituduh membantu Iran memperoleh keuntungan dari aktivitas di Selat Hormuz.
Risiko pasokan semakin besar karena lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih sangat terbatas. Persediaan Minyak mentah AS turut turun 7,2 juta barel menjadi 404,5 juta barel, level terendah sejak 2018 dan jauh lebih besar dibandingkan perkiraan Pasar.
Dampaknya, harga Minyak berpotensi tetap bergerak liar dalam kisaran US$80–US$100 per barel selama konflik berlangsung. Penurunan stok AS dan kemungkinan OPEC+ menghentikan kenaikan produksi mulai Oktober dapat memperkuat harga, tetapi juga meningkatkan risiko inflasi dan tekanan Kebijakan suku bunga global. (arl)
Sumber : Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.