
Dolar AS Menuju Penguatan Mingguan
Indeks Dolar Amerika Serikat bergerak stabil di sekitar level 101,5 pada perdagangan Jumat (26/06). Meski sempat tertekan pada sesi sebelumnya, greenback masih berada di jalur Penguatan mingguan karena Pasar tetap memperkirakan Federal Reserve berpeluang menaikkan suku bunga pada tahun ini.
Pada Kamis, Dolar AS sempat melemah setelah laporan inflasi Personal Consumption Expenditures atau PCE terbaru dirilis secara umum sesuai dengan ekspektasi Pasar. Data tersebut meredakan sebagian kekhawatiran bahwa tekanan harga di Amerika Serikat akan meningkat lebih tajam dari perkiraan.
Meski begitu, inflasi masih berada jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2%. Kondisi ini membuat Pasar tetap menilai bahwa The Fed belum dapat sepenuhnya melonggarkan sikap kebijakannya. Ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga masih menjadi faktor utama yang menopang Dolar AS sepanjang pekan ini.
Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 80% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember, setelah bank sentral AS sebelumnya menahan suku bunga dengan nada kebijakan yang hawkish. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada September berada di sekitar 63%.
Presiden The Fed New York, John Williams, juga mengatakan bahwa tekanan inflasi kemungkinan akan melandai pada tahun ini, tetapi masih berada pada level yang tidak nyaman. Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa The Fed masih akan berhati-hati sebelum mengubah arah kebijakan moneternya.
Dengan kondisi tersebut, Dolar AS masih berpotensi mempertahankan kekuatannya dalam jangka pendek. Selama inflasi tetap tinggi dan Pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga, greenback kemungkinan tetap mendapat dukungan, terutama terhadap mata uang utama lainnya.(asd)*
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.