Analisis Minyak Turun, Hormuz Mulai Pulih? - Data Pasar 2026-06-24

Analisis Minyak Turun, Hormuz Mulai Pulih? - Data Pasar 2026-06-24

Minyak Turun, Hormuz Mulai Pulih?

Harga Minyak kembali melemah pada perdagangan terbaru setelah semakin banyak kapal tanker melintasi Selat Hormuz secara terbuka. Brent turun ke bawah US$76 per barel setelah sebelumnya melemah 1,1%, sementara West Texas Intermediate atau WTI bergerak di sekitar US$74 per barel pada Rbu (24/06). Penurunan ini terjadi karena Pasar melihat risiko gangguan pasokan mulai mereda setelah Amerika Serikat dan Iran memberi sinyal kemajuan dalam perundingan damai.
Kepercayaan Pasar juga meningkat karena sejumlah kapal mulai menyalakan sinyal satelit saat melewati Selat Hormuz. Langkah ini menunjukkan bahwa pemilik kapal merasa lebih aman untuk kembali melintasi jalur energi penting tersebut. Organisasi Maritim Internasional juga menyatakan telah menerima jaminan keselamatan yang mencegah ratusan kapal keluar dari Teluk Persia.
Meski begitu, proses menuju normalisasi penuh masih belum sederhana. Washington dan Teheran sama-sama menyebut adanya kemajuan awal untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak akhir Februari, tetapi klaim dari kedua pihak masih berbeda. Iran dan Oman juga mulai membahas kesepakatan terkait pengelolaan Selat Hormuz, termasuk kemungkinan biaya transit, meskipun masih ada kekhawatiran bahwa Iran dapat menarik biaya dari kapal yang berlayar.
Analis Minyak dan gas Enverus, Carl Larry, menilai Pasar saat ini sedang mencari dasar harga baru setelah kenaikan besar selama masa perang mulai terkikis. Menurutnya, area sekitar US$75 menjadi level yang mulai diperhatikan Pasar. Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, mulai dari seberapa cepat pasokan bisa diganti, berapa lama waktu menunggu pemuatan Minyak, hingga apakah China akan kembali menjadi pembeli besar di Pasar energi.
Tekanan terhadap harga Minyak juga datang dari ekspektasi meningkatnya pasokan global. Harga Minyak berjangka telah turun lebih dari tikungan dari puncak masa perang, terutama setelah Amerika Serikat mengizinkan pembelian Minyak Iran sebagai bagian dari proses diplomasi. Produsen Teluk Persia seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak juga mulai bergerak cepat memulihkan ekspor. Uni Emirat Arab bahkan telah kembali ke hampir 85% dari tingkat produksi sebelum perang, menurut Badan Energi Internasional.
Namun, Pasar belum sepenuhnya longgar. Di Amerika Serikat, data American Petroleum Institute menunjukkan stok Minyak mentah di hub penyimpanan Cushing, Oklahoma, turun lagi sekitar 1 juta barel pekan lalu. Jika data resmi mengonfirmasi penurunan tersebut, persediaan Cushing bisa turun di bawah 20 juta barel, level yang sering dianggap sebagai batas operasional minimum. Artinya, meski sentimen geopolitik mulai membaik dan harga Minyak melemah, risiko ketatnya pasokan di beberapa wilayah masih bisa menahan penurunan harga lebih dalam.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Software Trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.