Analisis Trump Ubah Nada, Minyak Berbalik Turun - Data Pasar 2026-05-19

Analisis Trump Ubah Nada, Minyak Berbalik Turun - Data Pasar 2026-05-19

Trump Ubah Nada, Minyak Berbalik Turun

Harga Minyak melemah pada Selasa (19/5) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia membatalkan rencana serangan terhadap Iran yang semula dijadwalkan hari ini, menyusul permintaan dari sekutu Teluk Persia. Pernyataan tersebut meredakan sebagian premi risiko, meski Pasar menilai ketidakpastian konflik dan Selat Hormuz belum hilang.
Pada 10:13 a.m. waktu London, Brent kontrak Juli turun 1,5% menjadi US$110,43 per barel, setelah naik 2,6% pada Senin. WTI kontrak Juli melemah 1% ke US$103,36 per barel, sementara kontrak Juni yang lebih sepi akan berakhir pada Selasa.
Trump menyatakan lewat unggahan media sosial bahwa pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab meminta AS menahan serangan karena “negosiasi serius” sedang berlangsung. Namun Trump juga menegaskan AS tetap siap menyerang bila kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai, tanpa menetapkan tenggat waktu.
Meski penundaan ini menurunkan risiko eskalasi langsung, Minyak tetap sensitif karena Pasar masih menimbang kemungkinan penutupan efektif Selat Hormuz menahan pasokan Teluk lebih lama. Selain itu, Teheran belum segera mengonfirmasi pembicaraan baru, sehingga arah diplomasi tetap sulit dibaca.
Dari sisi pasokan, blokade angkatan laut AS membuat terminal ekspor utama Iran di Pulau Kharg menganggur setidaknya 10 hari, memotong pendapatan Minyak Iran dan menarik jutaan barel dari Pasar. Kondisi ini berbalik dari fase awal perang saat Iran sempat menjadi eksportir dominan di selat setelah membatasi kapal negara lain.
Di luar Iran, AS juga mengeluarkan waiver baru yang mengizinkan penjualan Minyak mentah Rusia dan produk Minyak yang sudah terlanjur dimuat di tanker, beberapa hari setelah waiver sebelumnya kedaluwarsa. Pasar kini menunggu apakah negosiasi benar-benar bergerak, serta apakah arus fisik dan keamanan pelayaran di sekitar Hormuz membaik—dua faktor yang akan menentukan apakah koreksi Minyak berlanjut atau volatilitas kembali naik. (arl)*
Sumber: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

analisis teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.