
Aussie Naik, Pasar Makin Yakin RBA Bisa Naikkan Bunga
Dolar Australia menguat setelah data pengangguran yang lebih solid dari perkiraan mendorong pelaku Pasar menaikkan peluang kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) pada Mei.
Pasangan AUD/USD sempat naik hingga 0,4% ke 0,7068, memangkas pelemahan pada Rabu yang terjadi di tengah Penguatan Dolar AS secara luas. Namun, Penguatan Aussie disebut tertahan oleh level opsi besar di sekitar 0,7050 yang akan jatuh tempo pekan depan, menurut seorang pelaku Pasar FX di Asia.
Data dari Australian Bureau of Statistics pada Kamis menunjukkan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%, lebih baik dari perkiraan ekonom 4,2%. Angka ini menguatkan persepsi bahwa Pasar tenaga kerja Australia masih cukup ketat.
Imbal hasil Obligasi Australia tenor tiga tahun yang sensitif terhadap kebijakan moneter melanjutkan kenaikan intraday, naik 6 basis poin ke 4,31%. Pasar kini mematok peluang 88% untuk kenaikan suku bunga pada Mei, naik dari sekitar 80% sebelum data dirilis, berdasarkan data swap yang terkait pertemuan kebijakan.
“Laporan tenaga kerja Australia yang solid, tanpa kenaikan tingkat pengangguran yang masih berada di sisi ketat, seharusnya membantu mengokohkan dukungan AUD di atas level 70 sen AS,” kata Rodrigo Catril, strategist di National Australia Bank (NAB).
NAB menilai AUD kemungkinan besar akan bergerak terbatas dalam kisaran 0,70 hingga 0,75 Dolar AS sepanjang 2026, seiring Pasar terus menimbang arah kebijakan RBA dan kondisi global.
Sementara itu, indeks Dolar Bloomberg cenderung stabil setelah naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada Rabu dan mencatat Penguatan harian terbesar bulan ini. Yield US Treasury naik tipis, dengan tenor 10 tahun berada di sekitar 4,09%.
Di Pasar mata uang utama, USD/JPY naik 0,1% ke 154,96, sementara EUR/USD naik 0,1% ke 1,1795.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.