
Dolar Stabil, CPI Jadi Penentu The Fed
Indeks Dolar AS bergerak stabil di sekitar level 99,7 pada perdagangan Selasa (11/08). Dolar masih mempertahankan kenaikan dari sesi sebelumnya karena investor menunggu petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.
Fokus utama Pasar tertuju pada data CPI AS yang akan dirilis Rabu, kemudian dilanjutkan PPI pada Kamis. Kedua data tersebut akan menunjukkan apakah tekanan inflasi masih cukup tinggi setelah laporan tenaga kerja Juli menunjukkan pelemahan.
Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September sekitar 51%, meningkat dari 44% sehari sebelumnya. Artinya, ekspektasi kebijakan hawkish mulai kembali naik.
Sentimen tersebut diperkuat komentar Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, yang mengatakan beberapa kali kenaikan suku bunga mungkin masih diperlukan untuk membawa inflasi kembali menuju target 2%.
Ketidakpastian Timur Tengah juga masih menjadi perhatian. Belum jelasnya kesepakatan AS-Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz menjaga risiko harga Minyak tetap tinggi, sehingga kekhawatiran inflasi energi belum sepenuhnya hilang.
Analisis Newsmaker: DXY masih berkonsolidasi di bawah level psikologis 100. Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga dapat semakin besar dan mendorong Dolar menembus 100. Sebaliknya, CPI yang melandai berpotensi kembali menekan Dolar serta memberikan dukungan bagi Emas dan mata uang utama lainnya.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.