
Inflasi Mereda, Dolar Masih Ditopang Risiko Perang
Dolar AS bergerak stabil pada perdagangan Jumat (17/7), tetapi masih berada di jalur pelemahan mingguan. Tekanan terhadap greenback muncul setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih jinak membuat Pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Indeks Dolar AS bergerak di sekitar 100,69 dan di jalur penurunan 0,3% dalam sepekan. Sebelumnya, indeks sempat menyentuh level terendah satu bulan karena peluang kenaikan suku bunga Juli makin kecil. Namun, eskalasi konflik antara AS dan Iran kembali memberi dukungan pada Dolar sebagai aset safe haven.
Ketegangan Timur Tengah meningkat setelah Iran dan Amerika Serikat saling melancarkan serangan sepanjang pekan ini. Kondisi tersebut membuat gencatan sementara bulan lalu hampir runtuh dan mendorong harga Minyak mendekati level tertinggi satu bulan, sehingga risiko inflasi energi kembali membayangi Pasar.
Di Pasar mata uang, euro stabil di sekitar US$1,145 dan menuju Penguatan mingguan 0,3%. Poundsterling turun tipis ke US$1,346, tetapi masih berpotensi mencatat kenaikan mingguan 0,5%. Sementara itu, yen Jepang sedikit menguat ke 162,26 per Dolar AS, meski masih berada dekat level terlemah dalam empat dekade.
Data ekonomi AS juga menunjukkan kondisi yang masih cukup tangguh. Retail sales naik tipis pada Juni, didukung lonjakan belanja online, sementara data tenaga kerja menunjukkan Pasar kerja masih stabil. Hal ini membuat The Fed diperkirakan tetap menahan suku bunga pada pertemuan bulan ini, meski pejabat bank sentral belum ingin terlalu cepat menyimpulkan bahwa inflasi sudah terkendali.
Dampaknya ke market, Dolar masih berada dalam posisi tarik-menarik. Data inflasi yang lebih dingin menekan ekspektasi kenaikan suku bunga, tetapi konflik Timur Tengah dan permintaan safe haven menahan pelemahan lebih dalam. Jika harga Minyak terus tinggi, risiko inflasi bisa kembali naik dan membuat arah kebijakan The Fed tetap menjadi fokus utama Pasar.(arl)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.