
Euro Melemah Dekati US$1,17 di Tengah Ketegangan AS-Iran
Euro melemah mendekati US$1,17 pada Selasa (12/05), berbalik dari posisi dekat level tertinggi hampir tiga pekan. Pergerakan ini terjadi ketika investor menilai dampak meningkatnya ketegangan AS-Iran terhadap sentimen risiko, di tengah ekspektasi Pasar bahwa ECB masih punya ruang menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Tekanan geopolitik kembali masuk ke harga energi setelah Brent naik di atas US$105 per barel, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran sebagai “tidak dapat diterima”. Kenaikan Minyak memperkuat kekhawatiran Pasar atas risiko inflasi energi, yang pada gilirannya dapat memengaruhi jalur kebijakan moneter Eropa.
Di Pasar suku bunga, money markets kini memperhitungkan tiga kali kenaikan suku bunga ECB tahun ini, dengan probabilitas lebih dari 86% untuk kenaikan pertama pada Juni. Pricing ini menjaga fokus investor pada keseimbangan antara perlambatan pertumbuhan dan tekanan harga, khususnya bila energi kembali menjadi sumber inflasi yang persisten.
Komentar pejabat ECB turut menjadi referensi Pasar. Presiden ECB Christine Lagarde pada Jumat menegaskan bank sentral siap bertindak cepat bila diperlukan, seraya menyatakan posisi ekonomi kawasan euro kini lebih kuat dibanding sebelum invasi Rusia ke Ukraina. Ke depan, Pasar akan memantau arah Minyak dan perkembangan geopolitik, serta sinyal ECB terkait intensitas dan tempo pengetatan kebijakan. (asd)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.