
Minyak Menguat Pasca Trump Klaim 10 Tanker Lolos Hormuz
Harga Minyak menguat pada Jumat (27/3) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran mengizinkan 10 tanker melintas Selat Hormuz pekan ini sebagai “hadiah” bagi AS, memberi sinyal pelonggaran terbatas di jalur pelayaran yang krusial bagi pasokan global.
Kontrak Brent Mei naik 1,7% ke US$109,79/barel, berbalik dari pelemahan sebelumnya, sementara WTI Mei naik 1,8% ke US$96,18/barel.
Sementara Trump menyebut langkah itu sebagai gestur itikad baik di tengah proses diplomatik yang ia klaim sedang berlangsung, sekaligus menjelaskan pernyataan “present” yang sempat ia lontarkan tanpa detail beberapa hari sebelumnya.
Meski arus tanker tertentu disebut kembali berjalan, analis menilai Pasar Minyak tetap rapuh. Rystad Energy menilai Pasar sempat “menyerap” gangguan Hormuz selama hampir empat pekan berkat penyangga sementara seperti surplus pra-perang, crude-on-water, dan kebijakan pelepasan pasokan.
Namun fase itu dinilai mendekati akhir seiring akumulasi kehilangan pasokan dan penarikan stok yang mempersempit ruang penyangga. Rystad memperkirakan gangguan terkait Hormuz telah menghambat sekitar 17,8 juta barel per hari aliran Minyak dan produk, dengan total kehilangan cairan mendekati 500 juta barel sejauh ini, sehingga setiap gangguan tambahan berpotensi lebih cepat tercermin ke harga.(yds)
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Analisis Trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.