
Oil Rally Terbesar Sejak Oktober, Hormuz Jadi Pemicu
Harga Minyak melonjak tajam pada Rabu (18/2), mencatat kenaikan harian terbesar sejak Oktober, saat pelaku Pasar menimbang apakah pembicaraan AS–Iran benar-benar cukup untuk mencegah konflik. Sentimen memburuk setelah muncul laporan bahwa opsi intervensi militer AS bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan.
Di penutupan, WTI melesat +4,6% dan finis di sekitar $65,11 per barel, sementara Brent naik ke $70,22 per barel, menembus $70 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua minggu. Lonjakan ini menandakan “risk premium” kembali masuk ke harga.
Axios melaporkan bahwa bila eskalasi terjadi, operasi militer AS kemungkinan berupa kampanye berminggu-minggu, bukan operasi singkat seperti yang terjadi di Venezuela bulan lalu. Laporan itu juga menyebut Pemerintah Israel mendorong target yang lebih agresif, termasuk skenario yang mengarah pada perubahan rezim.
Pusat kekhawatiran Pasar tetap sama: Selat Hormuz. Rute ini adalah “keran” utama ekspor energi kawasan Teluk, sehingga setiap gangguan—bahkan sementara—langsung memicu lonjakan harga. Dalam beberapa hari terakhir, Iran juga dikabarkan melakukan penutupan sementara di area Hormuz terkait latihan militer, menambah sensitivitas Pasar.
Di sisi diplomasi, pembicaraan belum menghasilkan kesimpulan final. Teheran menyebut ada “kesepakatan umum” soal syarat deal nuklir potensial, sementara pihak AS menyatakan negosiator Iran akan kembali dengan proposal baru dalam dua minggu—namun Pasar membaca prosesnya masih rapuh.
Tekanan geopolitik juga melebar dari sisi lain: pembicaraan damai Rusia–Ukraina yang dimediasi AS di Jenewa kembali buntu dan berakhir cepat, memicu kekhawatiran risiko konflik berkepanjangan tetap tinggi. Pada saat bersamaan, AS mengumumkan pembatasan visa terhadap sejumlah pejabat Iran dan pemimpin sektor telekomunikasi, menambah sinyal bahwa tensi politik belum benar-benar reda.
Kesimpulannya, reli Minyak kali ini bukan sekadar reaksi teknikal—Pasar sedang mem-price-in skenario “dua jalur”: diplomasi yang masih berjalan, namun ruang eskalasi militer yang terasa makin dekat. Selama ketidakpastian Hormuz dan headline geopolitik masih dominan, pergerakan oil berpotensi tetap liar dan sensitif terhadap setiap kabar baru. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.