Analisis Minyak Naik Lagi, Hormuz & Geneva Jadi Pemicu - Data Pasar 2026-02-18

Analisis Minyak Naik Lagi, Hormuz & Geneva Jadi Pemicu - Data Pasar 2026-02-18

Minyak Naik Lagi, Hormuz & Geneva Jadi Pemicu

Harga Minyak menguat saat Pasar menimbang satu pertanyaan besar: apakah pembicaraan AS–Iran cukup untuk menahan konflik, sementara negosiasi damai Rusia–Ukraina kembali mentok tanpa hasil jelas. Kombinasi dua jalur geopolitik ini bikin “risk premium” sulit hilang dari harga Minyak.
Patokan global Brent naik mendekati $69 per barel setelah sehari sebelumnya ditutup hampir 2% lebih rendah. Kekhawatiran Pasar ikut dipanaskan oleh laporan Axios yang menyebut bila terjadi operasi militer AS, skenarionya bisa berupa kampanye beberapa minggu, bukan operasi singkat.
Risiko konflik paling sensitif ada di Selat Hormuz—jalur vital ekspor energi kawasan penghasil Minyak terbesar dunia. Pembicaraan nuklir sejauh ini belum menghasilkan kesimpulan final: Iran mengklaim ada “kesepakatan umum” soal syarat deal potensial, sementara pihak AS menyebut negosiator Iran akan kembali ke Jenewa membawa proposal baru dalam dua minggu.
Di saat yang sama, jalur damai Ukraina kembali memicu ketegangan. Pertemuan hari kedua di Jenewa berakhir cepat (sekitar dua jam / kurang dari 90 menit dalam laporan Pasar), dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuduh Moskow sengaja mengulur proses. Rusia menyebut pembicaraan “sulit namun profesional” dan mengisyaratkan putaran lanjutan akan digelar segera.
Ketegangan Iran juga terasa di lapangan: Teheran menyatakan menutup sementara sebagian Selat Hormuz selama beberapa jam untuk latihan militer, sementara AS dilaporkan mengirim kapal induk kedua ke kawasan. Konsultan Oilytics, Keshav Lohiya, menilai harga masih cenderung stabil di kisaran $65–$70, karena ada sinyal progres diplomasi meski aktivitas militer meningkat.
Pada perdagangan terbaru, Brent April naik 2,4% menjadi $69,07 per barel pada 12:11 siang di London, sementara WTI Maret diperdagangkan di $63,88 per barel. Pasar kini menunggu apakah “progres” AS–Iran benar-benar menurunkan risiko, atau justru dinamika Hormuz dan buntu-nya Geneva membuat premi geopolitik bertahan lebih lama.(alg)
Sumber: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Platform Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.