
Jelang Data Jobs & Inflasi, Dolar Kendur di Awal Pekan
Dolar AS turun pada Senin (9/2) setelah mencatat Penguatan solid pekan lalu. Pelaku Pasar kini bersiap menghadapi pekan yang padat rilis data ekonomi penting—mulai dari penjualan ritel, inflasi, hingga laporan tenaga kerja yang sempat tertunda. Di saat yang sama, yen Jepang menguat di tengah kembali ramainya pembicaraan intervensi, menyusul kemenangan pemilu kilat Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Pada 14:50 waktu timur AS (19:50 GMT), Dollar Index (DXY)—yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang utama—turun 0,8% ke 96,81. Meski melemah, DXY baru saja menutup pekan lalu dengan kenaikan hampir 1%, dipicu nominasi Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed berikutnya.
Dolar Mundur, Pasar Menunggu “Sejumlah Data”
Dolar memulai pekan ini dengan posisi defensif karena Pasar fokus pada rangkaian data AS yang berpotensi menggeser ekspektasi suku bunga. Analis ING menilai data tenaga kerja AS pekan lalu mengejutkan ke arah lebih lemah, sehingga Pasar mulai bersiap jika The Fed “menilai ulang” kondisi Pasar kerja.
Sorotan utama mengarah ke laporan payrolls Januari yang rilis Rabu, termasuk pembaruan revisi data (benchmark revisions). Konsensus memperkirakan kenaikan sekitar +70 ribu, namun Pasar dinilai lebih sensitif jika hasilnya meleset ke bawah.
The Fed dijadwalkan rapat lagi pada Maret, tetapi Pasar futures Fed funds baru mematok peluang sekitar 15% untuk pemangkasan 25 BPS di pertemuan tersebut. Ekspektasi pemangkasan lebih besar mulai mengarah ke Juni—yang akan menjadi rapat pertama dengan Warsh sebagai ketua The Fed jika pencalonannya dikonfirmasi.
Tekanan tambahan bagi Dolar muncul dari laporan Bloomberg yang menyebut regulator China menyarankan institusi keuangan mengurangi eksposur mereka terhadap US Treasury.
Euro Menguat, Pound “Tertahan” Tekanan Politik
Di Eropa, EUR/USD naik 0,9% ke 1,1917, ikut terdongkrak sentimen dari laporan Bloomberg tersebut. ING menilai Eropa menawarkan alternatif yang paling “dalam dan likuid” untuk Pasar Treasury AS. Namun, ING juga mengingatkan posisi beli euro yang sudah “ramai” bisa menjadi hambatan lanjutan, mengacu pada data posisi CFTC yang menunjukkan net long leverage fund kembali mendekati level tinggi siklis. Bias jangka pendek EUR/USD dinilai mengarah ke area 1,1900.
Sementara itu, GBP/USD naik 0,6% ke 1,3694, tetapi Penguatan pound dianggap tidak semulus mata uang lain karena Inggris dibayangi tekanan politik. Kepala staf PM Inggris Keir Starmer mundur pada Minggu, mengaku bertanggung jawab atas saran penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar untuk AS, meski ada sorotan atas keterkaitan Mandelson dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. ING memperkirakan tekanan pada sterling dan gilt bisa berlanjut seiring spekulasi perubahan personel di Downing Street.
Yen Menguat, Isu Intervensi Muncul Lagi Usai Kemenangan Takaichi
Di Asia, USD/JPY turun 1% ke 155,72, menandakan Penguatan yen. Dorongan datang dari pernyataan pejabat Jepang yang kembali memberi sinyal siap bertindak di Pasar untuk menahan pelemahan yen yang sudah berada di level historis.
Menurut catatan Deutsche Bank, pejabat valuta asing Jepang Atsushi Mimura menegaskan pemantauan Pasar dilakukan dengan urgensi tinggi, sementara Menteri Keuangan Satsuki Katayama menyatakan siap “terlibat” jika dibutuhkan.
Kemenangan telak Takaichi dan Partai Demokrat Liberal (LDP) dalam pemilu kilat juga menjadi faktor besar. Koalisi Pemerintah kini menguasai supermayoritas di parlemen, membuka jalan mulus untuk agenda belanja fiskal besar yang dikhawatirkan bersifat inflasioner dan berpotensi memberi tekanan agar BoJ lebih longgar.
Strategis Macquarie, Thierry Wizman, menyebut era “Takaichi” kini benar-benar dimulai, dengan kebijakan yang cenderung mendorong inflasi dari sisi permintaan (“Senaenomics”). Namun ia menambahkan, jika Takaichi berhasil mengarahkan kebijakan ke pertumbuhan sisi penawaran dan produktivitas, pemulihan pertumbuhan bisa menjadi faktor yang pada akhirnya menguatkan yen. Wizman juga mencatat yen menguat pasca pemilu, namun saham Jepang ikut reli—mengindikasikan Pasar mulai menilai ulang prospek pertumbuhan Jepang secara positif.
Mata Uang Lain: Yuan Stabil, Aussie Menguat
USD/CNY turun tipis 0,2% ke 6,9220, masih dekat level pertengahan 2023. Yuan menguat dalam beberapa bulan terakhir seiring dukungan PBoC yang menetapkan fixing midpoint agresif. Data CPI China dijadwalkan rilis Jumat, menjelang libur Tahun Baru Imlek.
AUD/USD naik 1,1% ke 0,7095, kembali di atas 0,70 karena Pasar mematok peluang kenaikan suku bunga lanjutan oleh RBA tahun ini. RBA pekan lalu menaikkan suku bunga 25 bps dan memberi nada hawkish karena inflasi yang masih “lengket”.(yds)
Sumber: Investing.com
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Software Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.