
Emas Ngegas Lagi, Dolar Makin “Loyo”
Emas kembali mencetak rekor baru dan menembus level tertinggi di atas $5.266 per ons. Reli ini berlanjut karena Dolar AS melemah, sementara investor ramai-ramai mencari tempat aman di tengah Pasar yang makin tidak pasti.
Pada perdagangan Rabu, harga Emas sempat naik sekitar 1,3%, meneruskan lonjakan besar sehari sebelumnya. Kenaikan sebelumnya juga terbilang “nendang” karena jadi yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Salah satu pemicunya datang dari komentar Presiden AS Donald Trump. Ia mengaku tidak khawatir dengan pelemahan Dolar, walau mata uang itu sudah turun ke level terlemah dalam hampir empat tahun. Pernyataan ini membuat Pasar makin berani menekan Dolar.
Di saat yang sama, ketegangan geopolitik dan kekhawatiran kebijakan ikut memperkuat minat ke aset aman. Alhasil, Emas makin kebanjiran permintaan investasi dan bertahan dalam tren naik yang agresif.
Pasar juga kembali ramai membahas “lari dari Obligasi dan mata uang.” Contoh paling disorot adalah aksi jual besar-besaran di Pasar Obligasi Jepang. Kekhawatiran soal belanja fiskal yang besar membuat investor makin sensitif terhadap risiko, dan itu biasanya menguntungkan Emas.
Ditambah lagi, spekulasi soal kemungkinan langkah AS untuk membantu menopang yen ikut menekan Dolar. Saat Dolar melemah, Emas jadi terasa lebih “murah” untuk pembeli global—dan itu mempertebal dorongan kenaikan.
5 poin pentin
Emas mencetak rekor baru di atas $5.266/oz, melanjutkan reli ekstrem.
Pelemahan Dolar jadi “bahan bakar” utama karena bikin Emas lebih menarik untuk pembeli global.
Komentar Trump yang “cuek” soal Dolar memperkuat persepsi Pasar: USD boleh melemah.
Investor makin defensif: keluar dari Obligasi/mata uang, masuk ke aset riil seperti Emas.
Aksi jual Obligasi Jepang dan spekulasi dukungan yen menambah tekanan ke Dolar, memperkuat Emas. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Mendalam Pasar Emas
Pergerakan harga Emas dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental dan teknikal. Berikut analisis komprehensif untuk memahami dinamika Pasar Emas terkini.
Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Harga Emas
- Kebijakan Moneter Global: suku bunga bank sentral utama seperti The Fed mempengaruhi daya tarik Emas sebagai safe-haven asset.
- Geopolitical Tensions: Ketegangan geopolitik meningkatkan permintaan Emas sebagai aset pelindung.
- Inflasi dan Data ekonomi: Laporan inflasi dan pertumbuhan ekonomi mempengaruhi sentimen investor terhadap Emas.
- Nilai US Dollar: Hubungan invers antara dollar AS dan harga Emas tetap menjadi faktor kunci.
Analisis Teknikal Emas
Berdasarkan data dari platform analisis terkemuka, pola teknikal menunjukkan potensi pergerakan harga dalam jangka pendek dan menengah. Support dan resistance level kunci perlu dipantau untuk menentukan entry point yang optimal.
Strategi Trading Emas
Untuk trader dan investor, penting untuk memiliki strategi yang jelas dalam trading Emas. Beberapa pendekatan yang bisa dipertimbangkan:
- Position Trading berdasarkan trend jangka panjang
- Swing Trading memanfaatkan fluktuasi harga menengah
- Hedging terhadap portofolio investasi
Outlook dan Rekomendasi
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor fundamental dan sinyal teknikal, outlook Pasar Emas menunjukkan potensi continued volatility dengan bias positif dalam jangka menengah. Disarankan untuk selalu update dengan analisis terbaru dari sumber terpercaya.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.