
CPI Australia Panas Lagi—RBA Bakal Makin “Galak” ke suku bunga?
Dolar Australia (AUD) sedikit melemah terhadap Dolar AS (USD) pada Rabu, setelah sehari sebelumnya sempat melonjak lebih dari 1%. Pasangan AUD/USD turun tipis karena AUD terlihat kurang bertenaga usai rilis data inflasi terbaru Australia untuk Desember dari Biro Statistik Australia (ABS). Pasar kembali menimbang: apakah inflasi ini cukup “panas” untuk bikin RBA makin ketat?
Data menunjukkan CPI Australia naik 3,6% secara tahunan (YoY) pada Desember, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya 3,5% (yang direvisi dari 3,4%), dan sesuai ekspektasi Pasar 3,6%. Inflasi rata-rata terpangkas (trimmed mean) versi RBA naik 0,2% secara bulanan (MoM) dan 3,3% secara tahunan (YoY). Sementara itu, CPI bulanan melonjak 1,0% pada Desember, naik dari 0% sebelumnya dan lebih tinggi dari perkiraan 0,7%.
Yang jadi perhatian, inflasi utama masih berada di atas target RBA di kisaran 2–3%. Kondisi ini bisa memperkuat peluang RBA untuk tetap bersikap ketat, apalagi jika data PMI dan ketenagakerjaan terbaru terus mendukung ekonomi yang masih cukup kuat. Akibatnya, AUD bisa tetap sensitif: naik jika Pasar makin yakin RBA akan “hawkish”, tapi gampang melemah kalau USD kembali menguat atau risk appetite global berubah. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.