
Harga Minyak Menuju Penurunan Bulanan Ketiganya
Harga Minyak melemah pada Jumat (31/10), menuju penurunan beruntun tiga bulan, seiring Penguatan Dolar AS dan data China yang lemah menahan kenaikan, sementara kenaikan pasokan dari produsen utama dunia mengimbangi dampak sanksi Barat terhadap ekspor Rusia.
Kontrak berjangka Brent turun 12 sen, atau 0,18%, ke $64,88 per barel pada 07:44 GMT, sedangkan WTI AS berada di $60,36 per barel, turun 21 sen, atau 0,35%. “Dolar AS yang lebih kuat menekan selera risiko di seluruh Bahan Mentah,” tulis analis ANZ dalam catatan klien. Penguatan greenback terjadi setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan pada Rabu bahwa pemangkasan suku bunga Desember tidak terjamin.
Minyak juga tertekan setelah survei resmi menunjukkan aktivitas pabrik China menyusut untuk bulan ketujuh pada Oktober. Baik Brent maupun WTI bersiap turun sekitar 3% pada Oktober karena pertumbuhan pasokan diperkirakan melampaui pertumbuhan permintaan tahun ini, dengan OPEC dan produsen non-OPEC utama menaikkan output untuk merebut pangsa Pasar.
Pasokan tambahan juga diperkirakan meredam dampak sanksi Barat yang mengganggu ekspor Minyak Rusia ke pembeli utamanya, China dan India.
Menjelang pertemuan Minggu ini, OPEC+ condong ke kenaikan produksi moderat pada Desember, menurut sumber yang mengetahui pembicaraan.
Delapan anggota OPEC+ telah menaikkan target produksi lebih dari 2,7 juta barel per hari sekitar 2,5% dari pasokan global melalui serangkaian kenaikan bulanan.(yds)
Sumber: Reuters.com
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Software Trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.